Hikmah Idul Fitri

Hikmah - Kembali suci saat Idul Fitri

ilmu hikmah  idul fitri

Pijar Bangsa - Setiap tahun kita selalu merayakan Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal dalam perhitungan kalender Hijriyah. Momen ini juga biasa disebut sebagai Lebaran. Banyak penafsiran dan kosakata yang mencoba menggambarkan situasi ini. Tetapi yang jelas dimaksud dalam ilmu pengetahuan agama, Idul Fitri adalah suatu hari di mana seorang Muslim telah melewati suatu bulan yang penuh ritual yaitu Ramadhan.

Di dalam bulan Ramadhan, menurut kaidah Ilmu Syari'at, Tarekat, Hakikat wal Makrifat, adalah bulan yang dipenuhi dengan pekerjaan ibadah, mulai dari belajar tentang tauhid, menegakkan sholat, berpuasa, berzikir, bersalawat kepada Nabi Muhammad SAWW, berzakat dan lain-lain. Ini semua bertujuan untuk membersihkan hati.

Apa yang dimaksud hati di dalam agama? Sesuatu yang bersifat gaib, tidak nampak oleh kasat mata, dan berhubungan dengan unsur ruhani pada diri kita. Dimana letak hati itu? Apakah pertanyaan seperti itu penting? Ya, karena setiap orang yang ingin membersihkan hati, maka dia harus tahu dimana letak hati itu. Bagaimana mungkin, kita ingin membersihkan sesuatu yang kita sendiri tidak tahu keberadaannya.

Tentu saja, hal ini mungkin tidak bisa langsung anda terima dengan logika anda, tetapi Apa ilmu pengetahuan yang membahas tentang letak hati itu ada dan bagaimana cara membersihkannya? Dimana saya dapat mempelajari ilmu pengetahuan itu? 

Ilmu pengetahuan tentang hati hanya ada dalam mata pelajaran tauhid yang diajarkan secara asli dan murni dari rantai silsilah yang jelas dan tidak terputus hingga Rasulullah SAWW oleh para Mursyid Tarekat Mu'tabaroh. Mursyid yang paripurna, bukan hanya sekedar dapat mengajarkan Ilmu Hikmah, yang merupakan petikan pelajaran Hakikat wal Makrifat, tetapi juga akan dapat menunjukkan letak hati dan bagaimana cara membersihkan hati.

Pengetahuan seperti ini sangat khusus dan jarang diketahui dan tidak boleh diajarkan oleh orang-orang setingkat da'i, ustad atau kiai biasa. Pelajaran ini mutlak harus disampaikan oleh seorang Mursyid Tarekat atau Khalifah yang telah resmi ditunjuk untuk boleh mengajarkannya.

Jika selama bulan Ramadhan, kita telah berhasil mengisi hari-hari dalam satu bulan itu dengan kegiatan membersihkan hati, yang benar, dengan mengetahui letaknya dan bagaimana cara membersihkannya, itulah yang disebut Fitri atau Suci ketika memasuki tanggal 1 Syawal. Itulah yang dimaksud sebagai seperti bayi yang terlahir kembali. Bukan cuma sekedar puasa menahan haus dan lapar, memperbanyak sholat wajib dan sunnat atau banyak membaca Al Qur'an saja. Semua amal perbuatan tersebut tiada mengandung arti dan tak berefek pada pembersihan hati jika kita belum mengetahui dimana letak hati itu.

Untuk memperoleh info dan pengajaran tentang dimana letak hati dan cara membersihkannya dapat menghubungi bagian pelayanan Pijar Bangsa yang dipimpin oleh seorang Mursyid Tarekat dari Silsilah Samman Al Qodiri Al Khalawati wa Naqsyabandi Al Kholidi.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, sambut kemenangan dan kembali suci, jika kita telah mengetahui letak hati dan selama bulan Ramadhan kemarin telah kita bersihkan dengan cara-cara dan petunjuk yang benar.