MENYIKAPI HINAAN DAN FITNAH

Semua dari kita tentu pernah merasakan apa yang idsebut dengan hinaan dan ejekan dari orang lain.Dan tentunya hanya sedikit dari kita yang posisinya sebagai orang yang menghina orang lain. Mengejek,menghina,mencaci dan memaki termasuk kata yang berkonotasi negatif di dalam tatanan bahasa kita dan perbuatan itu sudah barang tentu menjadi larangan yang telah dibiasakan oleh orang kita sejak kita masih kecil.

Tetapi apa daya,ternyata ajaran orang tua sewaktu kita masih kecil,ternyata kita abaikan begitu saja ketika sudah menginjak dewasa.Lihatlah betapa banyak menghina,mencaci dan mengejek orang lain bahkan sampai memfitnah dan membunuh karakter orang lain demi kepentingan pribadinya.Coba perhatikan bagaimana elit politik di negara kita saling sindir dan saling mengejek mulai dari yang halus sampai yang kasar mereka contohkan pada bangsa ini. Ini semua tidak terlepas dari adanya penyakit hati yang biasa disebut dengan iri,dengki dan cemburu.

Penyakit hati iri,dengki dan cembutu sudah menjadi penyakit sosial masyarakat di negara kita.Sehingga tidaklah heran jika di kantor-kantor,di organisasi bahkan di lingkungan tempat tinggal kita senantiasa ada orang yang mula-mula berbisik-bisik membicarakan diri kita,lama kelamaan berani mengejek dan menghina dan bahkan kemudian berani memfitnah dan menuduh dengan berbagai macam tuduhan buruk kepada diri kita.

Inilah penyakit sosial yang harus kita hadapi dengan cara pandang yang bijak tanpa menimbulkan sesuatu hal negatif yang tidak perlu.Ketika anda berperan sebagai orang yang baik,pemurah,sering memberi,memiliki pengaruh dan membangun dalam banyak hal yang positif,maka bersiaplah anda karena akan banyak kritik pedas bahkan cacian,hinaan dan makian yang akan tertuju pada diri anda. Orang yang tidak menyukai anda tidak akan pernah diam mengkritik dan mengecam sebelum anda masuk ke liang lahat dan berpisah dengan mereka. Dan jika anda masih ada di tengah-tengah mereka,maka akan selalu saja ada perbuatan mereka yang membuat hati kita menjadi sedih dan kesal melihat perlakuan mereka yang hanya menghabiskan waktu percuma dengan menimbulkan perbuatan-perbuatan negatif.

Mereka marah, kesal kepada anda adalah karena mungkin anda lebih unggul dari mereka yang menghujat dari faktor kebaikan, keilmuan, tindak tanduk atau pun harta. Jelasnya anda dimata mereka adalah orang yang berdosa dan tidak terampuni, sampai anda melepas semua dan karunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa, yang ada pada diri anda. Sampai anda meninggalkan sifat terpuji dan nilai-nilai luhur yang selama ini anda pegang teguh. Dan menjadi orang yang bodoh seperti yang mereka inginkan. Oleh sebab itu waspadalah terhadap apa yang mereka katakan, kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan, dan hinaan mereka! Bersikaplah seperti batu karang yang tetap berdiri meski gelombang yang keras datang bertubi-tubi. Artinya jika anda merasa terusik dan terpengaruh terhadap cemoohan mereka berarti anda telah meluluskan keinginan mereka untuk merusak kehidupan anda.


Tetaplah pada jalur anda sebagai orang yang baik,yang unggul dan berprestasi serta disenangi oleh setiap kalangan dan dibutuhkan oleh banyak orang.Karena suatu kritik yang menyakitkan, pada hakekatnya adalah penghormatan untuk anda, yakni semakin tinggi derajat dan posisi yang anda duduki maka akan semakin pedas pula kritikan itu. Kalau anda tidak berbuat baik, atau anda hanya diam dan tidak berbuat saya jamin tidak akan ada kritikan yang ditujukan kepada anda. Dan orang yang mengkritik anda biasanya adalah orang yang paling perhatian kepada anda, mereka akan selalu memperhatikan tindak-tanduk anda, mempelajari diri anda untuk mencari kelemahan anda.

Semoga rahmat dan hidayah senantiasa tercurah kepada kita semua,sehingga hati-hati kita senantiasa bersih dan jernih dalam melihat seluruh persoalan dalam kehidupan ini.